 |
| May Day sebagai hari buruh Internasional |
Saat
mendengar istilah may day, pastinya kita mengingat perkataan “mayday” yang
sering digunakan pada kemiliteran, penerbangan maupun transportasi lainnya. Sekilas
dalam pembacaannya terlihat sama, namun perlu kita ketahui bahwa kedua istilah
itu memiliki makna berbeda. Mayday adalah sinyal tanda bahaya standar
internasional yang digunakan dalam komunikasi radio, berasal dari bahasa
Perancis m'aidez yang berarti "tolong aku". Mayday dipakai untuk
memberitahukan keadaan keadaan bahaya atau darurat. Panggilan darurat Mayday
selalu diucapkan sebanyak tiga kali ("mayday mayday mayday") untuk
menghindari kesalahan penerimaan atau salah dengar penerima dalam keadaan yang
berisik pada radio. Dan juga untuk membedakan panggilan darurat yang sebenarnya
dengan berita tentang panggilan darurat. Sedangkan May Day merupakan istilah
untuk merayakan international workers’
day.
Tepat
pada setiap tanggal 01 Mei, diperingati sebagai international workers’ day atau hari buruh internasional. Di Indonesia
sendiri penetapan tanggal 01 Mei sebagai hari libur nasional baru terhitung
mulai tahun 2014 lalu. Ialah Mantan Staf Khusus Presiden Andi Arief yang mengajukan
usul penambahan acara ke Presiden di akir bulan April 2014. Usulan Andi Arief diterima Presiden yaitu mengagendakan
pertemuan Presiden di akhir April 2014 dengan pemimpin-pemimpin serikat buruh.
Andi Arief pun berkoordinasi
dengan Faisol Reza, Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta
Menteri Muhaimin Iskandar. Akhirnya di penghujung April 2014, pertemuan dengan
pemimpin serikat buruh terlaksana. Dalam pertemuan itu, Presiden didampingi
Wakil Presiden, serta tiga Menteri Koordinator dan Menakertrans. Pertemuan 2
hari menjelang hari buruh itu selain membicarakan tentang kesejahteraan buruh
juga menghasilkan satu keputusan penting yang selama ini dituntut dalam setiap
May Day 1 Mei yaitu penetapan hari libur nasional.
Menurut
sumber Wikipedia, May Day lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja
untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangan
kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis
ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika
Serikat. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan
buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan
kelas pekerja.Satu
Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Konggres 1886
oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions untuk, selain memberikan
momen tuntutan delapan jam sehari, memberikan semangat baru perjuangan kelas
pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut.
Tanggal 1 Mei dipilih karena
pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions, yang terinspirasi
oleh kesuksesan aksi buruh di Kanada 1872, menuntut delapan jam kerja di
Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1 Mei 1886.
Dan peringatan
May day di Indonesia seolah – olah membuat pemerintah maupun pengusaha meneriakkan
“Mayday, Mayday, Mayday!!!”. Bagaimana tidak, setiap peringatan hari buruh yang
baru dilaksanakan dua tahun ini selalu dihiasi dengan unjuk rasa buruh secara
besar-besaran. Contohnya saja pagi ini, Bundaran HI menjadi titik temu ribuan
buruh dari berbagai elemen di Jabodetabek menuntut Jaminan Pensiunan Per 1 Juli
2015. Selain itu, peringatan May Day tahun ini diikuti dengan kejadian naas seperti
yang dikutip pada detik.com yaitu 4 Bus pengangkut buruh yang hendak
memperingati Hari Buruh (May Day) terlibat kecelakaan di KM 6 Tol Dalam Kota.
Dua bus rusak parah dan satu orang yang mengalami luka parah akibat kecelakaan
ini.Peristiwa
seseorang terbakar dan jatuh dari atap Gelora Bung Karno saat May Day juga
mengejutkan publik pada May Day kali ini. Seperti yang dituliskan Christie
Stefanie dari CNN Indonesia, kejadian tersebut terjadi saat penyanyi Ahmad
Dhani bernyanyi di panggung yang disediakan penitia penyelenggara. Tiba – tiba seseorang jatuh dari
atas atap stadion sepakbola tersebut. Tubuhnya langsung terjerembab ke tanah
dan meninggal dunia. Bukan hanya terjatuh, diperkirakan korban sempat terbakar
di atas atap stadion. Kobaran api terlihat besar saat tubuhnya jatuh dari atap.
Terlepas
dari kontroversi hari buruh tersebut, para buruh/pekerja dan serikat
buruh/serikat pekerja (SP/SB) sendiri sebenarnya tidak dilarang untuk menyampaikan
aspirasi, usulan maupun tuntutannya secara baik, tertib dan tidak mengganggu
kepentingan umum. Selain merayakan Mayday dengan melakukan unjuk rasa atau demo
dalam menyampaikan aspirasinya, para pekerja/buruh pun alangkah baiknya dapat
merayakan Mayday dengan kegiatan-kegiatan lain yang bersifat positif, seperti
yang diutarakan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri di newsdetik jumat
(1/5/15).
Semoga saja
peringatan Hari Buruh Internasional ini dapat menjadi momentum membangun
kebersamaan antara pemerintah, pengusaha dan pekerja. Sehingga dari
masing-masing elemen dapat berjalan harmonis tanpa ada pihak yang merasa
dirugikan.
0 comments:
Post a Comment